
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan 500 kotak nasi khusus untuk anak-anak dan balita korban banjir yang berada di pengungsi pedalaman Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Minggu (7/12/2025) malam.
Koordinator Darurat Banjir FISIP Unimal yang juga Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr Taufik Abdullah, memimpin relawan mahasiswa ke wilayah pedalaman Langkahan.
Bantuan itu dimasak langsung oleh mahasiswi FISIP Unimal, sejak pukul 03.00 dini hari WIB.
Kemudian langsung dibawa dari Lhokseumawe menuju Langkahan pada sore hingga malam hari.
Distribusi dilakukan menggunakan mobil Mitsubishi Colt Diesel untuk mahasiswa serta mobil Avanza yang dikendarai langsung oleh Wakil Dekan III FISIP Unimal Bidang Kemahasiswaan, Dr Taufik Abdullah.
Rombongan relawan harus menyusuri jalan berlumpur dan jalur alternatif melalui jalan tikus (jalan kecil) demi menjangkau para pengungsi yang berada jauh di pedalaman.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan dalam kondisi gelap gulita, karena hingga kini pasokan listrik di kawasan Langkahan belum kembali hidup pascabanjir besar.
Meski demikian, semangat para mahasiswa tidak surut dalam menyalurkan bantuan kepada korban.
Sebanyak 500 kotak nasi tersebut dimasak langsung oleh mahasiswi FISIP Unimal sebagai wujud kepedulian terhadap para korban.
Khususnya anak-anak dan balita yang membutuhkan asupan makanan bergizi di tengah kondisi pengungsian.
“Distribusi bantuan menyasar sejumlah titik, di antaranya Geudubak, Alue Leuhob, dan Bola Mas, sebagai lokasi pertama penyaluran,” ujar Dr Taufik.
Setibanya di lokasi, Dr Taufik Abdullah turun langsung menemui para pengungsi dan menyerahkan bantuan nasi bungkus kepada anak-anak dan balita.
Selain menyerahkan bantuan, Taufik juga mendengarkan langsung kisah para warga saat menyelamatkan diri dari kepungan banjir yang mencapai ketinggian hingga lima meter di kawasan tersebut.
Suasana haru terjadi saat rombongan relawan hendak kembali.
Di tengah perjalanan pulang, Taufik dan mahasiswa kembali bertemu dengan sejumlah ibu-ibu yang menggendong anak kecil, berharap masih ada bantuan yang bisa mereka terima.
Namun karena seluruh bantuan telah habis disalurkan, Taufik dengan berat hati menyampaikan bahwa bantuan akan kembali disalurkan jika stok sudah tersedia.
Momen tersebut membuat Taufik Abdullah tak kuasa menahan air mata.
Ia mengaku sangat terpukul melihat langsung kondisi para korban yang kehilangan rumah dan harta benda akibat banjir bandang.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut membantu para korban banjir di Langkahan yang hingga kini masih bertahan di pengungsian dengan keterbatasan kebutuhan hidup.
“Mereka benar-benar membutuhkan uluran tangan kita semua. Saya mengajak siapa pun yang mampu untuk membantu saudara-saudara kita di Langkahan,” ujarnya terbata-bata.
Bahkan saat kembali diwawancarai oleh Serambinews.com terkait lokasi-lokasi yang telah dikunjungi, Taufik kembali terisak dan tidak mampu melanjutkan wawancara karena masih terbawa suasana haru.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa dan civitas akademika FISIP Universitas Malikussaleh terhadap korban bencana banjir di Aceh Utara, khususnya di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau bantuan.(*)



